Salam
Salah satu hari di minggu pertama berpuasa, selepas bangun sahur, kepala saya berpusing (bukan secara physicallah :))- saya rasa gelap dan mahu jatuh. Segala yang dilihat berpusing. Pejam mata lagi bagus dari celik. Something was terribly wrong - wild thought cepat saja datang - mahu mati kah saya today?, pitam can be associated with blood pressure - too high- my goodness - I could be getting stroke attack like my dad - and if my salur darah burst and putus today, I would die on the spot mannnnn. And the thought went on and on. Takut- saya belum ready untuk mati - can I say that? Maha Suci Allah
Visit to clinic menyedapkan hati- blood pressure normal, pusing dan pitam makin berkurang by noon. Saya duduk dan pejam mata sahaja - Doc kata maybe angin.
Later that night saya dengar tazkirah -ustaz said kita sangat bernasib baik sebab tidak perlu berdoa setiap hari begini "YaALLAH bagi lah aku melihat pada hari esok, YaALLAH bagi lah aku boleh mendengar pada hari esok, Ya Allah bagilah aku sembuh dan dapat bergerak pada hari esok etc etc". Kenapa? sebab kita memang ada semua kebolehan itu dengan sendirinya tanpa perlu meminta dan merayu pada Allah- Masa saya pusing, saya berdoa dalam diam dengan sangat sungguh sungguh, "Ya Allah please jangan bagi kepala saya pusing, please jangan bagi saya rasa nak tumbang hanya dengan berdiri". Then and there saya sangat sangat sedar bahawa berdiri stabil itu salah satu nikmat. Membuka mata tanpa segala isi dunia berpusing itu adalah satu nikmat yang sangat sangat besar. Baru hari itu saya sedar. That is teribble kan?
Allah Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang yang memberi segala macam nikmat pada kita yang sihat ini tanpa kita meminta. Have we ever say Tq? have we ever said it out loud - have we ever be thankful dari lubuk hati?. Have we showed our gratefulness dengan action? We have it all so easy and sometime tak rasa all that sebagai salah satu nikmat yang tidak terkira hebatnya.
Kawan saya yang hilang penglihatan at 30 years old itu masih tidak boleh melihat. Genap setahun sudah. Dari mc, ke paid leaves ke unpaid leaves ke no leave, satu operation ke satu operation, satu perubatan alternatives ke satu lagi, but she still not able to see (again) yet. Sangat besar dugaan Allah pada dia. Tak tertanggung saya jika on me. Saya pasti setiap hari antara doa doa utama yang dipanjatkan kepada Allah adalah, "Ya ALLAH baikkkan penglihatan hamba Mu ini". Bukan kah kita sangat sangat bertuah kerana tidak perlu berdoa meminta penglihatan pada esok hari?
Dan insan INI yang everyday begging for kudrat untuk bergerak- setiap saat pastinya berdoa supaya ALLAH memberikan dia kudrat untuk menguruskan diri sendiri - tulisan kisahnya sangat menyedihkan.
Jadi bersyukurlah kita dengan hari ini, dengan nikmat melimpah ruah walau dalam keaadan ini kita rasa terlampau banyak yang tak cukup (espnya duit :)) bersyukur lah. Bersyukurlah
Wassalam

2 comments:
yess...nikmat cukup sifat n kesihatan nikmat yg terbesar kan =)
Selamat hari raya dear.... Buat open house jgn lupa jemput kami ye. Teringin nak makan your cooking.
Post a Comment