Oct 16, 2012

Ketchup Feeling 1

Salam

Saya baca blog Nur semalam (as at today weeks ago I think)- Nur kata rindu- tapi namanya sudah diblack list oleh tabung haji-tidak boleh pergi haji lagi - kena bagi peluang orang lain.

Saya agak saya faham sebab saya ada sedikit rindu juga - 3 months passed by feel like forever and 6 months gone rasanya sungguh lama- bukan kah baru awal tahun kami pergi ke tempat suci itu?.

I am thankful for this feeling- I pray that it wont be taken from me- rasa rindu- biarlah sengsara but jangan hilang. Biar ada sisa rindu - I need it utk motivate hidup- we need it untuk berusaha memperbaiki diri. Biarla rindu setengah mati- saya sanggup menangung rindu. Kenapa dulu masa pergi umur 22 tahun, saya tidak pernah rindu? tiada rindu datang hingga 15 tahun kemudian?? MasyaAllah, maybe saya tidak faham sangat dulu masa saya pergi, masih tidak terbuka hati dan minda, tapi Allah masih sudi juga menjemput.

Apa yang dirindukan ye? Mekah and Madinah sangat magical- hard to describe dengan kata kata- no words great enough boleh disusun untuk mengambarkan perasaan. Profesor Muhd Kamil said- It is a generic statement - people just say it - RINDU - apa yang dirindukan ye? Kalau rindu Kaabah and Raudah , memang tiada disini - dua tempat ni di sana sahaja. But are we actually missing these places?


I think what we are mising is the environment - the suasana- the sentiment- If we ever want to admit - roh kita sebenarnya suka dengan cara hidup kita disana - setiap waktu ke masjid- banyak waktu berzikir and mengaji- so bila kita balik dan tiada lagi activity activity begitu ( telah menjadi kurang atau totally lenyap), kita menjadi rindu- Sudut hati yang paling dalam itu rindu dan terlafas lah ungkapan rindu di bibir. "I miss you" :) macam bercinta la pulak  

Prof kata if we truly miss "the situation/environment/suasana there and then" create it dalam hati- penuhkan dengan mengingati Allah, zikir munajat, solat pada waktunya, solat sunat sokmo- bukankah kita sebenarnya atau jiwa kita ini sebenarnya RINDU PADA ALLAH?- sebab masa disana kita lupa kan dunia (mostly) kita berkejar ke masjid bila azan- kita jemaah- ayat ayat Allah berkumandang tiap waktu keliling kita orang mengaji etc. Kalau anda lelaki,  boleh create that "scenario" selalu dengan saja berjemaah dimasjid- so terubatlah rindu insyaAllah.

But truly being in any mosque at all berjemaah is the closest thing (walau tidak se close mana) but that the closest *thing* to being in Masjidil Haram atau Nabawi- pejam mata bayangkan saja-and for one brief moment, one could just see that one were one of those people who prays facing directly at Multazam or in the Raudah. But then again it is only a matter of place ......a matter of place

To be continued.

love
from eRmAyuM's draft bank :)

2 comments:

Unaizah said...

You're right. Bukan rindu pada all the places tp rindu pada suasana. Pada ketenangan. Tak fikir apapun, leaving all world matters completely behind. Cuma ingat Allah & keinginan utk buat ibadah sebanyak yg mampu.

ashra said...

teringin sekali rasa kerinduaan,ketenangan yang digambarkan ketika di sana..tengok cite adam hawa,lagilah melonjak2 hati nak pergi.....belum pernah sampai kan....

masa hubby bertugas di jeddah,sempat die menunaikan umrah...mudahan,saya juga satu hari nanti diizinkan allah bersama suami tunaikan umrah dan haji di sana.amin

Share/Bookmark
Blog Widget by LinkWithin